SURAT PENAWARAN

PASAL 11

SURAT PENAWARAN

SURAT PENAWARAN
SURAT PENAWARAN

1. Ditandatangani oleh Pemimpin/Direktur Utama perusahaan atau penerima kuasa dari Direktur Utama yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubabannya, atau kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik, atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama adalah yang berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama.

2. Jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.

3. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi Jangka waktu yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.

4. Bermaterai dan bertanggal.

5. Daftar kuantitas dan harga satuan setiap jenis/item pekerjaan untuk kontrak harga satuan diisi dengan lengkap kecuali ditentukan lain dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.

6. Analisa harga satuan pekerjaan utama harus disampaikan dengan lengkap sesuai yang ditentukan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.

7. Telah melunasi kewajiban membayar pajak tahun terakhlr, dibuktikan dengan melampirkan foto copy bukti tanda terima penyampaian Surat Pa ak Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) tahun terakhir, dan foto copy Surat Setoran Pajak (SPP) PPh Pasal 29, yang dikeluarkan oleh kantor pelayanan pajak setempat, sesuai dengan domisili perusahaan yang bersangkutan.

8. Terhadap hal hal yang kurang jelas dan meragukan, panitia/pejabat pengadaan dapat melakukan klarifikasi dan terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi, dilanjutkan dengan evaluasl teknis. Terhadap penawaran yang tidak memenuhi persyaratan, administrasi tidak dilanjutkan dengan evaluasi teknis.

9. Panitia/pejabat pengadaan tidak diperkenankan menambah dan/atau mengurangi faktor faktor yang dinilai dan tatacara, penilaian yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.

10. Untuk pengadaan jasa pernborongan, penawaran dinyatakan memenuhl persyaratan teknis, apabila :

a. Metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan memenuhi persyaratan substantif yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesalan pekerjaan.
b. Jadual waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.
c. Jenis, kapasitas, komposisi, dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sesuai dengan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.
d. Spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.
e. Personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan.
f. Bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan sesuai dengan persyaratan yang dicantumkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.
g. Memenuhi syarat teknis lainnya yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.

11. Tidak dapat menggugurkan teknis berdasarkan analisa harga satuan.

12. Apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal hal yang kurangjelas atau meragukan, panitia/pejabat pengadaan melakukan klarifikasi dengan pihak penawar. Terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan teknis akan dilanjutkan dengan evaluasi kewajaran harga, sedangkan terhadap penawaran yang tidak memenuhi persyaratan teknis dinyatakan “Gugur”.

13. Unsur unsur yang perlu diteliti dan dinilal dalam evaluasi kewajaran harga adalah hal hal yang pokok atau penting, meliputi ;

a. Total harga penawaran terhadap pagu anggaran, apabila total harga penawaran melebihi pagu anggaran dinyatakan gugur, dan apabila semua harga penawaran di atas pagu anggaran dilakukan lelang ulang.
b. Apabila mata pembayaran utama di bawah persyaratan/spesifikasi yang ditentukan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa dan akan mempengaruhl substansi/kualitas pekerjaan, maka penawaran dinyatakan “gugur”
c. Harga satuan timpang yang nilainya lebih besar dari 110% (seratus sepuluh persen) dari HPS dilakukan klarifikasi.
d. Mata pembayaran yang harga satuannya nol atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan, dianggap termasuk dalam harga satuan pekerjaan lainnya.
e. Untuk kontrak harga satuan yang harga satuannya ditulis dalam angka dan huruf, apabila terdapat perbedaan antara penullsan niIai dalam angka dan huruf maka nilai penawaran yang diakui adalah nilai dalam tulisan huruf.
f. Apabila terjadi kesalahan hasil pengalian antara, volume dengan harga satuan pekerjaan, maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah.
g. Hasil koreksi aritmatik dapat mengubah nilai atau urutan penawaran menjadi lebih tinggi atau lebih rendah terhadap urutan penawaran semula.
h. Memperhitungkan preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri.
i. Dalam mengevaluasi kewajaran harga penawaran dapat dilakukan klarifikasi dalam hal penawaran komponen dalam negeri terlalu tinggi dibandingkan dengan perkiraan panitia/pejabat pengadaan.
j. Apabila dari hasil klarifikasi terbukti dinilai harganya terlampau. rendah dan peserta lelang tetap menyatakan mampu melaksanakan pekerjaan sesuai dokumen pemilihan penyedia barang/jasa, maka peserta lelang tersebut harus bersedia untuk menaikkan jaminan pelaksanaan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa dikalikan 80% (delapan puluh persen) HPS, bilamana. ditunjuk sebagai pemenang lelang, Dalam hal peserta lelang yang bersangkutan tidak bersedia menambah nilai jaminan pelaksanaannya, maka penawarannya dapat digugurkan dan jaminan penawarannya disita untuk negara, sedangkan penyedia barang/jasa itu sendiri di black list (didaftar hitamkan) selama 1 (satu) tahun dan tidak diperkenankan ikut serta. dalam pengadan barang/jasa pada istansi pemerintah.

Tinggalkan Balasan