PENETAPAN PEMENANG LELANG

PASAL 14

PENETAPAN PEMENANG LELANG

PENETAPAN PEMENANG LELANG
PENETAPAN PEMENANG LELANG

1. Panitia/pejabat pengadaan menetapkan calon pemenang lelang yang menguntungkan bagi negara dalam arti :

  • Penawaran memenuhi syarat administratif dan teknis yang ditentukan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.
  • Perhitungan harga yang ditawarkan adalah terendah yang responsive.
  • Telah memperhatikan penggunaan semaksimal mungkin hasil produksi dalam negeri.

2. Dalam hal terdapat 2 (dua) calon pemenang lelang mengajukan harga penawaran yang sama, maka panitia/pejabat pengadaan meneliti kemball data kualifikasi peserta yang bersangkutan, dan memilih peserta yang menurut pertimbangannya mempunyai kemampuan yang lebih besar, dan hal ini dicatat dalam berita acara.

3. Panitia/pejabat pengadaan membuat dan menyampaikan laporan kepada pengguna barang/jasa atau kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan untuk menetapkan pemenang lelang, melalui pengguna barang/jasa. Laporan tersebut disertai usulan calon pemenang dan penjelasan atau keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan.

4. Kepada peserta lelang yang berkeberatan atas penetapan pemenang lelang diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis, selambat-lambatnya dalam waktu 5 (lima) hari kedepan setelah pengumuman pemenang lelang.

5. Sanggahan disampaikan kepada pejabat yang berwenang menetapkan pemenang lelang, disertal bukti bukti terjadinya penyimpangan, dengan tembusan disampaikan sekurang kurangnya kepada unit pengawasan internal. Sanggahan yang disampaikan kepada, bukan pejabat yang berwenang menetapkan pemenang lelang dianggap sebagal pengaduan dan tetap harus ditindak lanjuti.

6. Sanggahan diajukan oleh peserta lelang baik secara sendiri sendiri maupun bersama dengan peserta lelang lain apabila telah terjadi penyimpangan prosedur yang merugikan negara dan/atau masyarakat dirugikan.

7. Panitia/pejabat pengadaan sepenuhnya bertanggung jawab atas seluruh proses pelelangan dan hasil evaluasl yang dilakukan. Panitia/pejabat pengadaan wajIb menyampalkan bahan bahan, yang berkaitan dengan sanggahan peserta Lelang yang bersangkutan baik secara tertulls maupun lisan kepada pejabat yang berwenang memberikan jawaban atas sanggahan tersebut¬.

8. Pejabat yang berwenang menetapkan pemenang lelang memberikan jawaban tertulls selambat lambatnya dalam 5 (lima) hari kerja atas sanggahan tersebut secara proporsional sesuai dengan masalahnya.

9. Apablia peserta lelang yang menyanggah tidak dapat menerlma jawaban atas sanggahan dari pengguna barang/jasa, maka peserta lelang tersebut dapat mengajukan sanggahan banding kepada pemberi tugas, selambat lambatnya 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya jawaban sanggahan tersebut. Sedangkan proses pengadaan dapat dilanjutkan tanpa harus menunggu hasil keputusan tersebut.

10. Sanggahan peserta pelelangan dinyatakan gugur/tidak ditanggapi apablia dilakukan setelah masa sanggahan habis serta tidak sesuai prosedur.

11. Pemenang lelang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan berdasarkan usulan/jasa. Pejabat yang berwenang segera menetapkan pemenang lelang dan mengeluarkan surat penetapan penyedia barang/jasa, serta. menyampaikannya kepada panitia/pejabat pengadaan selambat lambatnya 5 (lima) hari kerja untuk penetapan oleh pengguna barang/jasa terhitung sejak surat usulan penetapan pemenang lelang tersebut diterima oleh pejabat yang berwenang menetapkan pemenang lelang.

12. Apabila terjadi keterlambatan dalam menetapkan pemenang lelang dan mengakibatkan penawaran/jaminan penawaran habis masa berlakunya, maka dilakukan konfirmasi kepada seluruh peserta lelang untuk memperpanjang surat penawaran dan jaminan penawaran. Calon pemenang lelang dapat mengundurkan diri tanpa dikenakan sanksi.

13. Keputusan penetapan pemenang lelang mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.

14. Pemenang lelang yang ditetapkan sebagal penyedia barang/jasa wajib menenima keputusan tersebut. Apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku maka perigunduran diri tersebut hanya dapat dilakukan berdasarkan alasan yang dapat diterima secara obyektif oleh pengguna barang/jasa, dengan ketentuan bahwa jaminan penawaran peserta lelang yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan pada Kas Negara/Daerah.

15. Terhadap penyedia barang/jasa yang ditetapkan sebagai pelaksana pekerjaan mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima dan masa penawarannya masih berlaku, disamping jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan pada Kas Negara/Daerah penyedia barang/jasa tersebut juga dikenakan sanksi berupa larangan untuk mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa di instansi pemerintah selama 2 (dua) tahun.

16. Apabila pemenang lelang urutan pertama yang ditetapkan sebagai penyedia barang/jasa mengundurkan diri, maka penetapan penyedia barang/jasa dapat dilakukan kepada calon pemenang lelang urutan kedua (jika ada) sesuai dengan harga penawarannya.

17. Apabila calon pemenang lelang urutan kedua juga mengundurkan diri, maka penetapan penyedia barang/jasa dapat dilakukan kepada calon pemenang urutan ketiga (jika ada) sesuai dengan harga penawarannya¬.

18. Apabila calon pemenang ketiga mengundurkan diri, dengan alasan yang tidak dapat diterima, maka dikenakan sanksi sebagaimana tersebut di atas. Kemudian panitia/pejabat pengadaan melakukan pelelangan ulang, dengan ketentuan bahwa jaminan penawaran dari calon pemenang lelang urutan ketiga dicairkan dan disetorkan pada kas Negara/Daerah.

19. Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) harus dibuat paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman penetapan pemenang lelang dan segera disampaikan kepada. pemenang lelang.

Tinggalkan Balasan