PEKERJAAN WATERPROOFING

PASAL 12

PEKERJAAN WATERPROOFING

PEKERJAAN WATERPROOFING
PEKERJAAN WATERPROOFING

1. Lingkup pekerjaan

Pekerjaan yang dimaksud meliputi dak beton, lantal KM, serta bagian bagian yang dinyatakan dalam gambar.

2. Persyaratan bahan

• Bahan harus sesuai dengan standar yang ditentukan seperti NJ 3, ASTM 828, ATME, TAPP 1 083 dan 407.
• Jenis bahan yang digunakan Bituthene Sheet 2000 untuk talang plat atap dan plat atap.
• Memiliki karakteristik fisik, kimiawi dan kepadatan yang merata serta konstan. Kedap air dan uap termasuk pada bagian yang overlap. Perlindungan terhadap waterproofing menggunakan screed (perbandingan I PC:3 PSR).

3. Persyaratan Pelaksanaan

a. Persiapan Permukaan

• Permukaan plat beton yang akan diberi lapisan waterproofing harus benar benar bersih, bebas dari minyak, debu serta tonjolan tonjolan tajam yang permanen dari tumpahan atau cipratan aduk dan dalam kondisi kering (baik dalam arti kata kering leveling screed maupun kering permukaan).
• Semua pertemuan 90 derajat atau sudut yang lebih tajam harus dibuat tumpul, yaitu menutup sepanjang sudut tersebut dengan aduk kedap air I PC:3 PSR atau seperti tercantum dalam gambar kerja.
• Dalam leveling screed digunakan campuran kedap air I PC:3PSR dibentuk menggunakan benang waterpas. arah kemiringannya (Arah kemiringan menuju ke lubang lubang talang dan floordrain sebesar 1 derajat)
• Khusus lapisan screed pada bagian atap dan talang beton harus menggunakan tulangan susut finemesh yang terpasang di tengah ketebalan screed dan dipasang harus didatarkan terlebih dahulu sehingga tidak melengkung.
• Screed dipasang mengikuti pola pola yang sudah tertentu dan diratakan permukaannya (dihaluskan) dengan menggunakan roskam, digosok sedemikian rupa dengan roskam tadi sehingga gelembung gelembung udara yang terperangkap di dalam adukan screed dapat keluar.
• Dalam kondisi setengah kering, screed tadi langsung ditaburi semen sambil digosok lagi dengan roskam besi sehingga merata. Setelah lapisan screed kering, tidak boleh diaci.
• Setelah kering udara kurang lebih 24 jam, screed baru ini harus dilindungi dari kemungkinan pecah pecah rambut dengan jalan menutupi permukaan atasnya dengan goni goni rami yang sudah dibasahi air terlebih dahulu dan dijaga kondisi basahnya.
• Waktu yang diperlukan untuk keringnya screed ini minimal tujuh (7) hari dalam kondisi cuaca cerah. Untuk cuaca buruk (hujan tidak termasuk dalam perhitungan waktu pengeringan screed),

b. Lapisan Waterproofing

• Lapisan Waterproofing harus dipasang mulai dari titik terendah ke arah titik tertinggi.
• Overlap antara lapisan minimum 65 mm dan/ atau sesuai spesifikasi pabrik.
• Pemasangan langsung dari gulungan dengan seksama merata, ditekan dengan roller secara menerus sehingga tidak terdapat gelembung udara. Roller mempunyal berat kira kira 35 kg. Dan lebar 70 cm. Di atas sepanjang delatasi, pelapisan waterproofing dua kali.
• Pelaksanaan waterproofing ini, harus dilindungi dari sengatan matahari dengan menggunakan tenda tenda.
• Waterproofing yang sudah dipasang tidak boleh terinjak injak apalagi oleh sepatu. atau alas kaki yang tajam. Kontraktor harus melindungi dan melokalisir daerah yang sudah terpasang waterproofing ini.

• Pada daerah listplank beton, waterproofing harus dipasang mengikuti bentuk listplank.
• Kontraktor harus menghentikan pekerjaan apabila teriadi huian dan melanjutkan kemball setelah lokasi benar benar kering.

c. Perbaikan Lapisan Waterproofing

• Baglan darl lapisan waterproofing di atas kebocoran disobek secukupnya. Lekatnya potongan lapisan waterproofing baru. sejauh minimal 150 mm ke segala arah dihitung dari celah/ sobekan.
• Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pengujian, dan permukaan harus kering betul.

d. Lapisan Pelindung

• Setelah waterproofing terpasang, maka. di atas permukaan diberi pelindung screed (perbandingan I PC:3 PSR), setebal 3 cm dengan menggunakan tulangan susut finemesh yang terletak di tengah tengah adukan screed.
• Untuk mengatur jarak/ tebal screed, harus menggunakan beton decking setebal 1,5 cm, setiap jarak 0,5 in.
• Permukaan screed ini dihaluskan dengan roskam pada saat kondisi screed setengah kening dengan jalan menaburkan semen dan menggosongkan sehingga licin.
• Setelah semua pemasang lapisan waterproofing dan sebelum pelaksanaan lapisan pelindung, kontraktor melaksanakan, pengujian kebocoran terutama untuk permukaan horizontal plat atap. Cara pengujian adalah dengan menuangkan air ke area yang tertutup lapisan waterproofing hingga ketinggian air minimum 50 mm dan dibiarkan selama 3 x 24 jam.
• Beri tanda bagian bagian yang tidak sempurna atau. bocor. Untuk plat atap yang miring harus, dibagi menjadi beberapa segmen agar genangan air tidak terlalu tinggi di titik plat terendah,
• Kontraktor wajib mengadakan pengamanan dan pelindung terhadap pemasangan yang telah dilakukan, terhadap, kemungkinan pergeseran, lecet permukaan atau kerusakan lainnya.
• Apabila terdapat kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian kontraktor baik pada waktu pekerjaan ini dilakukan/ dilaksanakan maupun pada saat pekerjaan telah selesai, maka kontraktor harus memperbaiki/ mengganti bagian yang rusak tersebut sampai dinyatakan dapat diterima oleh Direksi. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan ini adalah tanggung jawab kontraktor.

Tinggalkan Balasan