PEKERJAAN KERAMIK DINDING

PASAL 6

PEKERJAAN KERAMIK DINDING

PEKERJAAN KERAMIK DINDING
PEKERJAAN KERAMIK DINDING

Sebelum memulai pekerjaan keramik, pelaksanaan harus lebih dahulu memahami bahwa semua kegiatan yang bersangkut paut dengan pekedaan keramik ini harus didasarkan pada : spesifikasi, risalah lelang (aanwijzing), gambar bestek yang dicap untuk pelaksanaan yang sebelumnya sudah diperbandingkan dengan gambar kontrak, gambar kerja (shop drawinng), serta instruksi direksi harian.

1. PERSIAPAN

a. Mempelajari Gambar

Yang pertama tama dilakukan untuk secara cepat dapat memahaml gambar adalah dengan membuat sketsa denah bangunan keseluruhan dengan skala 1:100 yang menggambarkan : posisl dinding yang akan dilapisi keramik, tebal finish dinding, letak kusen pintu/jendela, letak sparing spaning, jarak dinding as ke as.

b. Mempelajari Spesifikasi/Risalah Lelang

Melengkapi sketsa di atas dengan data dari spesifikasi risalah lelang mengenai :

• Spesifikasi keramik jenis,ukuran dan wama keramik
• Spesifikasi bahan perekat; campuran, jenis, dan tebal spesi, jenis/dosis additive, serta jenis pengisi Nat.

c. Membuat Perhitungan

Berdasarkan gambar dan spesifikasi dihitung keperluan bahan, tenaga dan alat yang akan diperlukan.

• Keperluan bahan, dihitung berdasarkan luas pasangan keramik. Dengan analisa diperoleh, volume keramik, dan baban perekatnya (semen dan pasir, bila berupa adukan semen dan pasir), volume additive, serta volume bahan pengisi nat.
• Keperluan tenaga, dihitung berdasarkan kapasitas tukang pasang yang kita tentukan dari pengalaman proyek proyek terdahulu yang sejenis.
• Mandays tukang pasang dihitung dengan rumus : mandays = volume Pasangan/kapasitas. Jumlah tukang pasang dihitung berdasarkan mandays dibagi jumlah hari yang direncanakan untuk menyelesaikan pekerjaan. Jumlah kenek (untuk pasang dan aduk) dihitung berdasarkan kelompok tukang pasang, sedangkan jumlah kenek angkut berdasarkan jarak dan kelompok tukang pasang.
• Keperluan alat, dihitung berdasarkan pengalaman dari proyek proyek terdahulu. Adapun alat alat yang diperlukan antara lain; molen kecil, hoist, steger/tangga kerja, bak aduk, gerobag, dolak, ember, sekop/cangkul, ayakan pasir, drum air, slang plastik, jidar, siku siku, pahat, kape, palu, meteran, waterpas, benang, unting unting, kampak, pisau potong keramik, lap/pel/majun/spon, alas penampung adukan yang jatuh, alat pengaman.

d. Membuat Bagian Kerjaa (schedule) harian

Supaya pelaksanaan pekedaan tiap hari terarah dan dapat dimonitor hasilnya, perlu dibuat bagan kerja harian yang merupakan sasaran (target) yang akan dicapal per hari. Tuliskan volume, kapasitas dan mandays, tentukan durasi, hitung jumlah keperluan tenaga tukang per hari, kemudian tentukan waktu mulai dan waktu selesai.

e. Membuat Gambar Pelengkap Pelaksanaan

Untuk mempermudah pelaksanaan di lapangan nanti, buatlah gambar pelengkap pelaksanaan yang menggambarkan:

• Denah ruangan
• Bukaan dinding ruangan lengkap dengan potongan potongan yang menunjukkan letak finish dinding, hubungan. plafond dengan pasangan keramik dinding, lantai dengan dinding. Dijelaskan juga mengenai pola keramik, lebar nat, posisi kusen pintu/jendela, sparing, pipa listrik/alat¬alatnya, fire/alat alatnya, sound system, security system, posisi kaca muka.

f. Persiapan Pelaksanaan

Langkah terakhir sebelum betul betul memulal pekerjaan plesteran adalah : penyortiran bahan (menurut wama, ukuran, cacat), seleksi tukang, pembebasan lokasi, pemeriksaan kebenaran sipatan yang ada, penerangan kerja, air keria, menyediakan penampung spesi yang jatuh, kesiapan alat¬-alat kerja, menyediakan bak sampah dan alat pembersih.

 

2. PELAKSANAAN

• Kerjakan plesteran kasar sesuai pedoman pelaksanaan, setebal batas garis finish dikurangi tebal keramik dan adukan perekatnya.
• Dari pembuatan shop drawing didapat pola pemasang keramik. Tarik benang untuk jalur kepala arah vertikal 2 jalur selebar keramik, dan arah horizontal 2 jalur setinggi keramik yang merupakan tempat dimulainya pemasangan keramik berdasarkan pola. pemasangan.
• Pasang jalur kepala keramik ke arah horizontal maupun vertikal dengan jarak maksimum 2 m atau kelipatan ukuran keramik mengikuti benang¬ benang pertolongan. Untuk bidang luar, pemasangan kepala arah vertikal horisontal disesuaikan dengan batas masing masing lantai atau sesuai spek.
• Pemasangan keramik tiap tiap lapis agar mengikuti benang pertolongan dari kepala. Semua pemasangan dilakukan dengan terlebih dahulu melekatkan spesi penempel (5 8 mm), sepanjang kurang lebih dari 1 m pada jalur keramik yang akan dipasang, kemudian keramik satu persatu dilekatkan dengan menumbuk sehingga permukaan keramik menjadi rata dengan tarikan benang.
• Pengerokan nat sedalam tebal keramik dan bidang keramik langsung dibersihkan.
• Setelah pasangan keramik berumur tiga hari atau sesuai spek,
• dilaksanakan pengisian nat dengan pasta semen atau sesuai spek dan langsung dibersihkan.
• Pembersihan tempat kerja dilakukan setiap hari.

Sebelum pelaksanaan plesteran secara serentak dilaksanakan, dibuat contoh cara pelaksanaan pada bidang tertentu dengan mengikuti prosedur di atas. Hasil yang telah disetujul harus dipakai sebagai pedoman untuk pelaksanaan selanjutnya

 

3. PEMANTAUAN (MONITORING)

Catat hasil kerja dan jumlah tenaga. kerja setiap hari, kernudian dievaluasi untuk perencanaan hari berikutnya sesuai dengan formulir standar.

Tinggalkan Balasan