KETENTUAN UMUM

PASAL 2

KETENTUAN UMUM

KETENTUAN UMUM
KETENTUAN UMUM

1. Tahap Persiapan

– Peraturan Dasar

Tata cara pelaksanaan yang tercantum dalam peraturan pembangunan yang sah berlaku di Republik Indonesia ini harus betul betul ditaati, kecuali bila dibatalkan oleh rencana Kerja dan Syarat syarat.

– Gambar Kerja/shop drawing

Pemborong harus membuat gambar detail untuk pelaksanaan pekerjaan (shop drawing) termasuk detail support/penyangga berikut perhitungannya yang telah disetujui oleh Pengawas/Direksi.

– Sarana Kerja

Pemborong diharuskan :
o Mengirim contoh bahan yang akan digunakan
o Menyerahkan daftar peralatan kerja yang digunakan sebelum dilakukan pemesanan
o Menyediakan peralatan. kerja yang baik untuk pelaksanaan, yang memenuhi persyaratan keselamatan kerja

– Pemeriksaan Bahan./Material

Apabila pengawas/Direksi meragukan kualitas bahan atau alat tertentu, maka bahan tersebut akan dikirim ke Laboratonium Penyelidikan Bahan atas biaya pemborong

– Penolakan dan Penyingkiran

Bahan yang dinyatakan tidak baik oleh pengawas/Direksi, harus segera disingkirkan dari lokasi proyek oleh pemborong

– Jalur Instalasi yang existing

Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi, pemborong harus mengetahui lintasan dan posisl dari instalasl listrik, ground system, air dan sanitasi yang ada hubungannya dengan pekerjaan mekanikal.

2. Tahap Pelaksanaan

– Penunjukan Sub Kontraktor

Dalam hal pelaksanaan instalasi ini diserahkan kepada Sub Pemborong ertanggungjawaban seluruh pekerjaan ini tetap menjadi beban pemborong utama. Penunjukan Sub Pemborong ini sebelumnya harus mendapat persetujuan dari Pengawas/Direksi;

– Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pemborong harus mematuhl peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Perlengkapan keselamatan kerja yang dibutuhkan harus disediakan. Cara¬-cara kerja yang kurang aman atau selamat harus dihindarkan. Pemborong juga harus memperhatikan keselamatan keria, termasuk kesehatan para pekeda dan kebersihan lingkungan. Perhatian diharapkan pula terhadap lokasi lokasi pemondokan pekeria didekat job site, agar tidak terlalu mengganggu waktu kerja.

– Seleksi Tenaga Kerja

Pemborong harus berusaha untuk mengadakan seleksi tenaga kerja, baik mengenai keahlian ataupun kesehatannya. Bagi tukang tukang las dan pipa, serta kejuruan kejuruan lain yang dianggap perlu, harus lulus dari ujian ataupun penilaian dari pengawas/Direksi. Bilamana dikemudian hari, dalam proyek ini didapati tenaga tenaga kerja yang ternyata tidak cukup ahli, Pengawas/Direksi berhak untuk minta tenaga kerja tersebut diganti.

– Prosedur dan Cara Kerja

Pemborong wajib melaksanakan prosedur dan cara kerja yang terbaik (tepat, cepat dan selamat). Pemborong wajib mengkonsultasikan kedua hal tersebut kepada Pengawas/Direksi, untuk dimintakan persetujuannya guna pelaksanaan. Hasil kerja harus menunjukkan “workmanship”yang baik, dalam bentuk kerapiannya.

– Pengujian Sambungan

Pada prinsipnya semua sambungan harus diuji atas kebocoran, dengan beban uji, Terutama untuk sambungan las harus mengalami uji tekan, baik sebelum terpasang ataupun setelah terpasang. Uji tekan ini secara detail diuraikan dalam setiap jenis pekeiaan, dalam pasal pasal yang bersangkutan.

– Pembersihan/Pembilasan Pipa

Sebelum diadakan uji coba, seluruh pipa Jaringan sistim instalasi harus dibersihkan bagian dalamnya dengan dibilas (flushing). Air bilas harus cukup bersih, tidak mengandung Lumpur, atau larutan larutan lain, yang justru akan menempel pada dinding dalam pipa. Pembilasan harus dilaksanakan untuk beberapa waktu sehingga semua kotoran akibat pemasangan pipa dapat dikeluarkan. Pada akhir proses pembilasan, air bilas yang masih terdapat di dalam pipa harus dikeluarkan (drained), untuk menghindarkan pengerusakan pipa, akibat kemungkinan adanya sifat sifat jelek dari air bilas.

– Uji Coba Sistim Instalasi

Uji coba harus dilakukan untuk mengetahui berjalan tidaknya mekanisme dari sistim yang bersangkutan. Pernborong harus menunjukkannya dalam berbagai variasi alternatif, sejauh kemampuan mekanisme dari sistim yang bersangkutan. Kerapatan/kekedapan penutup suatu katup, didalam sistim, harus juga diuji coba. Begitu pula terhadap kebocoran stuffing box dari katupnya sendiri.

Pengujian harus disaksikan oleh Pengawas/Direksi, yang juga berhak untuk memerintahkan alternatif alternatif yang dipilihnya, sehingga memuaskan.

3. Tahap Penyelesaian

– Pemeriksaan./Commissioning

Pada awal dari tahap penyelesaian perlu diadakan pemeriiksaan/ commissioning. Obyek commissioning adalah membuktikan bahwa setiap outIet sudah berfungsi, dengan kapasitas yang diminta. Semua valve sudah bekeria dengan bagus. Baik dalam pembukaannya maupun penutupannya.
Semua kegagalan/kekurangberhasiIan harus dicari sebabnya, dan diupayakan cara cara mengatasinya. Pemeriksaan/commissioming dilakukan oleh pemborong. Pengawas dan Pengguna Barang/Jasa perlu dibuatkan Berita Acara atas hasil hasil dari pemeriksaan/commissioning.

– Serah Terima

Sebelum serah terima dilakukan, dari Pemborong kepada Pengawas/Direksi, maka harus dilakukan :

a. Punch list atas semua pekerjaan, yang menunjukkan bahwa segala sesuatu dari bahan/material/peralatan sudah terpasang pada tempatnya. Bahan/ material/peralatan untuk persedlaan (serep) sudah tersedia sernua. Juga fasilitas fasilitas yang kiranya diperlukan sudah siap.

b. Pembersihan jobsite, atas segala sisa sisa benda keda, dan kotoran-¬kotoran. Jobsite/gedung harus tampak rapi, begitu pula instalasi instalasi yang termasuk dalam lingkup kerja.

c. Perhitungan kerja tambah/kurang sudah disusun dengan rapi, dan disetujui oleh pengawas/Direksi.

– Melatih Operator

Sesudah pekerjaan selesai, dan berjalan dengan baik, pemborong harus menyediakan tenaga yang cukup ahli untuk memberikan latihan kepada. tenaga tenaga (operasi dan/atau maintenance), yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas. Pemborong diharuskan pula menyiapkan dokumen cara operasi dan maintenance dari sistim sistim yang termasuk dalam lingkup kerja.

– As Built Drawing

Pemborong harus membuat as built drawing, yaitu gambar instalasi terpasang yang sebenarnya. As built drawing ini harus secepatnya diserahkan kepada. Pengawas/Direksi untuk mendapatkan komentar/koreksi. Pemborong wajib mengadakan revisi terhadap as built drawing, sesuai dengan petunjuk Pengawas/Direksi, as built drawing ini akan menjadi dokumen bagi proyek.

– Perawatan dan Garansi

Pemborong bertanggung jawab atas perawatan dan instalasi yang dipasangnya selama masa pemellharaan.

Tinggalkan Balasan